Showing posts with label Darren Shan. Show all posts
Showing posts with label Darren Shan. Show all posts

Saturday, 15 December 2012

Review: Blood Beast - Darren Shan

Mengunci diri di ruang kerja Dervish. Napasku pendek-pendek, sesak. Gemetar hebat. Aku masih mual dan pusing, tapi mungkin karena aku ketakutan. Aku memaksa diri untuk menarik napas dengan normal, pelan-pelan. Ketika sudah merasa bisa mengendalikan diri, aku mengamati pantulanku di cermin kecil, mencari tanda-tanda. Apakah aku sedang berubah menjadi serigala siluman? Aku tidak tahu... Sejauh ini Grubbs Grady berhasil tidak terjangkit kutukan keluarga, tapi ketika dia mulai mengalami gejala-gejala mengejutkan selagi bulan sedang purnama, dia takut rahang-rahang takdir tengah terbuka dan hendak menelannya bulat-bulat. Dia telah mengelabui kematian, mengalahkan iblis, melanjutkan hidupnya. Tapi Grubbs tercabik antara dunia sihir dan gen serigalanya. Mampukah dia melawan binatang dalam dirinya atau dia akan menjadi korban berikutnya dari darah keturunan yang ternoda?

Review: Bec - Darren Shan



Selagi bayi, Bec berjuang untuk hidup. Ketika menginjak usia remaja, ia dididik menjadi pendeta wanita. Ia berusaha berbaur dengan suku-suku yang membutuhkan keahliannya namun takut pada kekuatannya. Dan ketika iblis-iblis datang, pertarungan berubah menjadi peperangan.

Sihir Bec lemah dan tidak terlatih, sampai ia bertemu dengan sang druid, Drust. Di bawah kepemimpinan Drust, Bec dan sekelompok kecil pendekar melakukan perjalanan panjang melintasi daerah-daerah liar untuk menghadapi Demonata di tempat iblis-iblis itu menyeberang ke dunia ini. Tapi pertarungan terakhir menuntut pengorbanan yang terlalu mengerikan untuk dibayangkan..
(Goodreads)

Thursday, 13 December 2012

Review: Lord of The Shadows - Darren Shan



Spoiler Alert!!!

Delapan belas tahun berlalu sejak Darren meninggalkan rumah dengan identitas kematian palsunya dengan darah vampir yang dialirkan oleh Mr Crepsley. Selama itu pula, kejadian demi kejadian terjadi dan mengubah banyak hal. Tidak hanya Darren ataupun orang – orang disekitarnya, karena sejak kepergian Darren, perubahan drastis pun terjadi pada teman – temannya di masal lalu dan tentu saja keluarganya.

Rumah masa kecil Darren masih ada. Namun orang tuanya telah lama pindah sejak ayahnya pensiun. Rumah yang terlihat lebih suram dibandingkan sejak Darren terakir kali melihatnya kini ditempati oleh adiknya Anhie. Satu kejutan baru adalah ketika mengetahui bahwa Anhie memiliki anak dan membesarkannya tanpa seorang suami. Begitu melihat sosok adik perempuan satu – satunya, Darren nyaris kehilangan kendali. Keinginan untuk muncul di hadapan Anhie, berbicara, memeluknya, tertawa dan menangis bersama ataupun membicarakan masa lalu begitu besar. Namun akhirnya Darren mengurungkan niatnya. Ia kembali ke kota tempat ia menghabiskan masa kecil bukan untuk membongkar masa lalunya. Masih ada misi yang lebih penting dari sekedar mengenang masa lalu.