Showing posts with label Fantasy. Show all posts
Showing posts with label Fantasy. Show all posts

Thursday, 30 January 2014

Resensi: Reckless - Cornelia Funke

Di balik cermin, ada dunia berisi tokoh-tokoh dongeng yang paling mengerikan... 

Selama bertahun-tahun, Jacob Reckless menikmati berbagai rahasia dan harta karun dalam dunia di balik cermin itu. 

Tetapi, adik lelakinya lalu menyusulnya. 

Sihir gelap akan mengubah pemuda itu menjadi makhluk buas, membuat gadis yang dicintainya patah hati, dan menghancurkan semua yang paling berharga bagi Jacob... 

Kecuali ia bisa menemukan cara untuk menghentikannya. 

Kalau kau mencari cerita dongeng yang berakhir bahagia selama-lamanya, berarti buku ini bukan untukmu.
 ~~~

Gramedia menerbitkan buku ini tepat setahun yang lalu. Setiap kali ke toko buku, pasti mampir ke rak yang majang buku ini. Namun tidak serta merta membawanya pulang. Hanya disentuh, dielus ataupun dibolak balik. Padahal nama Cornelia Funke sangat jelas tertera di atasnya. Akibatnya kalimat penyesalan kembali terucap. Bahkan ketika sampai di beberapa bab pertama. Kenapa baru baca sekarang buku keren dan seru macam ini ?! Kebiasaan buruk!. Seharusnya kalau tahu buku milik penulis favorit diterbitkan, langsung sambar aja. Ngga perlu nunggu dan berpikir terlalu lama.

Monday, 26 August 2013

Resensi: The Wizard of Oz - L. Frank Baum




Angin puting beliung menerbangkan rumah Dorothy di padang rumput Kansas yang kelabu ke negeri antah berantah bernama Oz. Berbeda dengan keadaan di Kansas yang gersang, Oz sangat indah. Pepohonan hijau tumbuh subur, buah-buahan segar menerbitkan air liur. Walaupun begitu, bagi Dorothy tak ada tempat yang senyaman rumah. Maka, dia mencari jalan pulang.

Namun, kembali ke Kansas tidaklah semudah itu. Dia harus melewati padang pasir yang mengelilingi negeri Oz dan tidak bisa dilalui begitu saja. Dengan petunjuk dari Penyihir Utara yang baik hati, Dorothy pergi ke Kota Zamrud untuk menemui Penyihir Hebat Oz dan meminta bantuannya.

Di tengah jalan, Dorothy bertemu dengan Boneka Jerami yang menginginkan otak, Tin Woodman yang mendambakan hati, dan Singa Penakut yang mengharapkan keberanian. Bersama Toto si anjing kecil Dorothy, mereka bertualang ke istana Oz dan melawan Tukang Sihir dari Barat yang keji (
goodreads) 


 ~~~



It was in 2004, I heard that song above which blew my mind and heart. Soon I found out, it was Somewhere Over the Rainbow. From Google, I knew that it was written for 1939 musical movie, The Wizard of Oz.  It was sung by the main character, Dorothy Gale. Another search result  told me that the movie was an adaptation from one book, The Wonderful Wizard of Oz. Another link brought me to website that provides its e-book. This classic book has been in the public domain in 1956.

Monday, 4 March 2013

Resensi: Harry Potter and the Chamber of Secrets - J.K. Rowling



Ever since Harry Potter had come home for the summer, the Dursleys had been so mean and hideous that all Harry wanted was to get back to the Hogwarts School of Witchcraft and Wizardry. But just as he's packing his bags, Harry receives a warning from a strange, impish creature who says that if Harry returns to Hogwarts, disaster will strike.

And strike it does. For in Harry's second year at Hogwarts, fresh torments and horrors arise, including an outrageously stuck-up new professor and a spirit who haunts the girl's bathroom. But then the real trouble begins - something is attacking Hogwarts students, turning them into stone. Could it be Draco Malfoy, a more poisonous rival than ever? Could it possibly be Hagrid, whose mysterious past reveals dark secrets? Or could it be the one everyone at Hogwarts most suspects ... Harry Potter himself
!(Goodreads)

My Thought
Just like the first book, reading Harry Potter and the Chamber of Secrets reminds me many things that I have forgot, especially the small details. It is indeed fun to find all of them. They filled and completed the story line that left in my mind. Watching the movie right after finish the book become so exciting. I can not help myself to compare them both. Although it is not my favorite book/movie of the series, Harry Potter and the Chamber of Secrets still amused me. I can see the whole story about Voldemort Horcrux clearly, however it is not mentioned in the book.

Wednesday, 20 February 2013

Resensi: The Ring of Solomon - Jonathan Stroud

Bartimaeus, sang jin luar biasa, terjebak sebagai budak di Jerusalem, di bawah kekuasaan Raja Solomon. Semua ini gara-gara cincin legendaris Solomon, yang membuat pemiliknya memiliki kekuatan tak terbatas.

Namun, dengan datangnya Asmira, gadis pembunuh yang ternyata punya banyak rencana, keadaan mulai… menarik.

Maka Bartimaeus pun berada di posisi paling berbahaya selama kariernya yang panjang dan harus mengerahkan semua kekuatan sihirnya agar bisa lolos dari situasi ini. (Goodreads)
~~~

"Seharusnya sudah baca dari dulu!" ataupun "Nyesel baru baca sekarang!" adalah kalimat- kalimat yang kerap terucap ketika tahu bahwa buku yang kubaca ceritanya seru dan karakternya keren.  Keinginan untuk baca ulang bahkan ketika bukunya belum selesai adalah hal yang muncul berikutnya. Ketika akhirnya sampai di halaman terakhir, yang ada malah membolak-balik halaman di beberapa bab dan membaca paragraf-paragraf tertentu berulang-ulang. Karena rasanya sedih banget untuk meletakkan bukunya begitu saja apalagi untuk pindah ke buku lain. Butuh beberapa hari untuk akhirnya bisa lepas, itupun setelah ada perjanjian, bahwa suatu hari buku ini akan kembali untuk nantinya akan dibaca ulang. Reaksi semacam itu bukan untuk pertama kalinya terjadi walau hanya untuk buku-buku tertentu. Yang jelas The Ring Solomon adalah salah satunya. 

Monday, 28 January 2013

Review: Harry Potter and the Sorcerer's Stone by J.K. Rowling



Harry Potter has never played a sport while flying on a broomstick. He's never worn a cloak of invisibility, befriended a giant, or helped hatch a dragon. All Harry knows is a miserable life with the Dursleys, his horrible aunt and uncle, and their abominable son, Dudley. Harry's room is a tiny closet at the foot of the stairs, and he hasn't had a birthday party in eleven years.

But all that is about change when a mysterious letter arrives by owl messenger: a letter with an invitation to a wonderful place he never dreamed existed. There he finds not only friends, aerial sports, and magic around every corner, but a great destiny that's been waiting for him...if Harry can survive the encounter
(Goodreads)
My Thought

If you have not read this book, you might not want to read my review. It contains some spoiler. But hey, seriously, how come you have not read Harry Potter?

Re-reading a book is something that I rarely do but when I do, I just want to check my favorite lines. Besides, with those piles of book in my shelves, there is not much time left. Another reason is re-reading one particular book just changes my previous opinions. Sometimes there is book that gets out of my favorite shelf just because it is not as great as it used to be.  Surprisingly, it does not happen to Harry Potter and the Sorcerer’s Stone. I found that each chapter was still amazing. They made me feel I have never read it.  The story line becomes clearer even into details. But then, some part of me said I should not be that excited. Although I have read the book for the third times and watched the movie for thousand times, there’s still a chance that I might have forgot how the story run with its details. In the middle I admitted it, especially when they mentioned Nicholas Flamel.  It totally slipped my mind. But still I just can’t help it. All moment that I spent with this book was really great. 

Saturday, 15 December 2012

Review: Alice In Wonderland - Lewis Carroll


Alice terjatuh ke dalam lubang kelinci dan terdampar di negeri ajaib yang penghuninya jauh lebih ajaib lagi.
Di sana, Alice mengalami petualangan yang luar biasa. Alice bertemu seekor kelinci dengan arloji saku, mengikuti pesta minum the yang diadakan si Pembuat Topi, dan kemudian bermain kriket dengan sang Ratu!
Tersesat di negeri khayalan ini membuat Alice penasaran, dan semakin penasaran setiap menitnya...(Goodreads) 

Review: Blood Beast - Darren Shan

Mengunci diri di ruang kerja Dervish. Napasku pendek-pendek, sesak. Gemetar hebat. Aku masih mual dan pusing, tapi mungkin karena aku ketakutan. Aku memaksa diri untuk menarik napas dengan normal, pelan-pelan. Ketika sudah merasa bisa mengendalikan diri, aku mengamati pantulanku di cermin kecil, mencari tanda-tanda. Apakah aku sedang berubah menjadi serigala siluman? Aku tidak tahu... Sejauh ini Grubbs Grady berhasil tidak terjangkit kutukan keluarga, tapi ketika dia mulai mengalami gejala-gejala mengejutkan selagi bulan sedang purnama, dia takut rahang-rahang takdir tengah terbuka dan hendak menelannya bulat-bulat. Dia telah mengelabui kematian, mengalahkan iblis, melanjutkan hidupnya. Tapi Grubbs tercabik antara dunia sihir dan gen serigalanya. Mampukah dia melawan binatang dalam dirinya atau dia akan menjadi korban berikutnya dari darah keturunan yang ternoda?

Review: Bec - Darren Shan



Selagi bayi, Bec berjuang untuk hidup. Ketika menginjak usia remaja, ia dididik menjadi pendeta wanita. Ia berusaha berbaur dengan suku-suku yang membutuhkan keahliannya namun takut pada kekuatannya. Dan ketika iblis-iblis datang, pertarungan berubah menjadi peperangan.

Sihir Bec lemah dan tidak terlatih, sampai ia bertemu dengan sang druid, Drust. Di bawah kepemimpinan Drust, Bec dan sekelompok kecil pendekar melakukan perjalanan panjang melintasi daerah-daerah liar untuk menghadapi Demonata di tempat iblis-iblis itu menyeberang ke dunia ini. Tapi pertarungan terakhir menuntut pengorbanan yang terlalu mengerikan untuk dibayangkan..
(Goodreads)

Review: The Farseer: Assassin's Apprentice - Robin Hobb

   
Fitz, anak haram putra mahkota Enam Duchy, dibesarkan oleh kepala istal kerajaan dan dipandang rendah seisi istana. Namun dalam darah Fitz mengalir Keahlian, kemampuan telepati yang turun-menurun dalam keluarga Farseer, penguasa Enam Duchy.

Dan atas perintah Raja Shrewd, diam-diam Fitz dilatih menjadi pembunuh.

Ketika perompak ganas menyerang Enam Duchy, wilayah itu dalam bahaya besar. Berbekal Keahlian dan pelatihannya selama ini, Fitz menjalani misi berbahayanya yang pertama. Namun, kendati Fitz bertarung untuk menyelamatkan Enam Duchy, banyak pihak yang menganggapnya sebagai ancaman bagi singgasana.
(Goodreads)

Review: Cinder and Ella by Melissa Lemon

After their father’s disappearance, Cinder leaves home for a servant job at the castle. But it isn’t long before her sister Ella is brought to the castle herself—the most dangerous place in all the kingdom for both her and Cinder. Cinder and Ella is a Cinderella story like no other and one you'll never forget. (Goodreads)

Review: Hansel dan Gretel - Grimm Bersaudara



Dahulu hiduplah seorang penebang kayu bersama istri dan kedua anaknya, Hansel dan Gretel. Hidup mereka serba kekurangan. Semua semakin parah ketika bencana kelaparan meland negeri mereka. Si penebang tak mampu lagi menyediakan apapun untuk keluarganya.Suatu malam, Ia mengungkapkan semua kegundahannya pada istrinya. Tak diduga, gagasan yang sangat jahat muncul dari benak sang istri. Ia berencana untuk meninggalkan Hansel dan Gretel di bagian hutan yang paling lebat. Sehingga mereka tidak akan menemukan jalan pulang. 

Awalnya rencana jahat itu ditolak mentah-mentah oleh si penebang. Karena ia sangat mencintai kedua anaknya. Namun ia tak kuasa untuk menolak keinginan keras istrinya. Untung saja, saat itu Hansel dan Gretel mendengar apa yang diungkapkan ibu tirinya. Segera saja mereka menyusun rencana sehingga bisa kembali pulang ke rumah dengan selamat. Semua itu berkat kerikil kerikil putih di depan rumah yang berkilauan seperti koin perak yang mereka kumpulkan. Sepanjang jalan menuju hutan, Hansel dan Gretel menjatuhkan kerikil-kerikil itu dari kantong jaket. Sehingga ketika malam tiba dan bulan bersinar terang, kerikil kerikil mengkilap menjadi penunjuk jalan menuju rumah. 

Review: Firelight - Sophie Jordan


 Jacinda adalah gadis yang unik. Dia tidak hanya draki—manusia keturunan naga—tetapi juga jenis draki penyembur api pertama sejak empat ratus tahun. Karena kelangkaannya, sang ketua kelompok hendak menikahkannya dengan sang putra mahkota, Cassian, supaya menghasilkan draki-draki penyembur api lainnya.

Ibu Jacinda yang merasa keberatan anaknya hendak “dibiakkan” membawa kabur Jacinda dan saudara kembarnya, Tamra, dari perkampungan draki untuk menjalani kehidupan normal sebagai orang biasa.
Ibunya berharap, naluri draki Jacinda perlahan-lahan
akan padam seperti halnya dirinya.

Namun, ternyata naluri draki Jacinda tidak semudah itu dimusnahkan. Dia ingin sekali kembali ke kelompoknya, di mana udara sejuk dan kabut pegunungan menyegarkan kulitnya. Diam-diam, dia sering menyelinap pergi ke hutan terdekat untuk memelihara kemampuan terbangnya.

Hingga akhirnya dia bertemu Will, pemuda yang bisa menghidupkan naluri drakinya, bahkan di gurun gersang sekalipun. Tetapi Will ternyata adalah orang yang sangat berbahaya, dan Cassian berhasil menemukannya serta mengklaimnya untuk kembali ….
(Goodreads)

Review: Her Fearful Symmetry by Audrey Niffenegger

When Elspeth Noblin dies she leaves her beautiful flat overlooking Highgate Cemetery to her twin nieces, Julia and Valentina Poole, on the condition that their mother is never allowed to cross the threshold. But until the solicitor's letter fall through the door of their suburban American home, neither Julia nor Valentina knew their aunt existed. The Twins hope that in London their own, separate, lives can finally begin but they have no idea that they have been summoned into a tangle of fraying lives, from the obsessive-compulsive crossword setter who lives above them to their aunt's mysterious and elusive lover, who lives below them and works in the cemetery itself. As the twins unravel the secrets of their aunt, who doesn't seem quite ready to leave her flat, even after death, Niffenegger weaves together a delicious and deadly ghost story about love, loss and identity.(Goodreads)

Resensi: Knock Three Times - Marion ST. John Webb

Molly benar-benar kecewa ketika Bibi Phoebe mengirimkan sebuah bantalan jarum kecil berbentuk labu berwarna abu-abu untuk hadiah ulang tahunnya, dan bukannya gelang perak yang telah lama diidam-idamkannya. Tetapi di malam hari, saat bulan purnama bersinar, bantalan jarum berbentuk labu itu berubah menjadi labu ajaib. Ia membawa Molly dan saudara kembarnya, Jack, ke sebuah dunia aneh tempat si Labu ternyata amat ditakuti. Molly dan Jack mengalami petualangan yang amat menegangkan dalam usaha mereka menemukan si Labu. Mereka dijebak, beberapa kali masuk perangkap, sekaligus mendapat banyak teman di dunia itu. Siapakah sebenarnya si Labu Kelabu? (Goodreads)

Review: Sweetly - Jackson Pearce


Dua belas tahun lalu, Gretchen, saudari kembarnya, dan Ansel, abangnya berjalan-jalan ke hutan. Mereka bertemu dengan makhluk mengerikan. Entah penyihir atau monster mereka tidak tahu. Mereka tunggang langgang melarikan diri dari kejaran si makhluk. Gretchen dan Ansel selamat, tetapi saudari kembarnya lenyap.

Beberapa tahun kemudian, mereka pindah ke Live Oak, sebuah kota yang nyaris ditinggalkan penduduknya. Keduanya tinggal di rumah Sophia Kelly, pemilik toko cokelat yang jelita. Gretchen dan Ansel mulai melupakan masa lalu mereka yang kelam, hingga Gretchen bertemu Samuel. Dia berkata kalau penyihir masih bersembunyi, mengintai dari hutan, memangsa para gadis setiap kali Sophia menggelar festival cokelat.

Gretchen memutuskan untuk melawan. Dia ingin tahu kenapa saudari kembarnya yang lenyap sementara dia selamat. Dan dia meyakini satu hal: monster itu akan datang lagi, dan ia takkan pergi sebelum kenyang. (Goodreads)

Review: Sisters Red - Jackson Pearce

SERIGALA ITU MEMBUKA RAHANGNYA YANG PANJANG. DERETAN GIGI TAJAM MENDEKAT KE ARAHNYA. SEBUAH PIKIRAN BERKECAMUK DI DALAM BENAK SCARLETT: CUMA TINGGAL AKU SENDIRI YANG TERSISA UNTUK BERTEMPUR. JADI, SEKARANG AKU HARUS MEMBUNUHMU.

Scarlett March hidup untuk berburu Fenris, manusia serigala yang telah mengambil matanya ketika gadis itu berusaha melindungi adiknya, Rosie, dari sebuah serangan brutal. Dengan bersenjatakan sebilah kapak dan tudung merah darah, Scarlett merupakan ahli dalam hal memancing dan membasmi para serigala jadi-jadian. Dia bertekad untuk melindungi para gadis muda lainnya dari kematian yang mengerikan. Jantungnya yang berdegup kencang tidak akan pernah berhenti berpacu sebelum seluruh manusia serigala tewas.
Rosie March dulu mengira hubungan dirinya dengan sang kakak tidak akan pernah retak. Karena merasa berutang nyawa pada Scarlett, Rosie pun ikut berburu dengan ganas di samping kakaknya itu. Namun, bahkan ketika jumlah gadis muda yang menjadi korban semakin meningkat dan ketika kekuatan para Fenris terasa semakin bertambah, Rosie memimpikan sebuah kehidupan yang tidak melibatkan para manusia serigala. Dia mendapati dirinya tertarik pada satu-satunya sahabat Scarlett, Silas, seorang pandai kayu yang sangat mematikan dalam menggunakan kapak. Namun, apakah mencintai pria itu berarti mengkhianati kakaknya serta segala hal yang selama ini mereka perjuangkan? (Goodreads)

Review: Clockwork Angel - Cassandra Clare

SIHIR MEMANG BERBAHAYA—TAPI CINTA TETAP LEBIH BERBAHAYA

Pada zaman Victoria, Tessa Gray yang berusia enam belas tahun menyeberangi samudera untuk menemui kakak laki-lakinya di Inggris. Sesuatu yang mengerikan sedang menantinya di Dunia Bawah London, di mana vampir, warlock, dan makhluk gaib lainnya berjalan diam-diam di jalanan yang diterangi lampu gas. Hanya para Pemburu Bayangan, ksatria yang mengabdi untuk menyingkirkan iblis dari dunia, yang menjaga keteraturan di tengah kekacauan. Tanpa teman dan diburu, Tessa berlindung kepada para Pemburu Bayangan di Institut London. Tessa segera tertarik dengan—dan terkoyak di antara—dua sahabat. Ada James, yang ketampanan rapuhnya menyembunyikan rahasia mematikan. Lalu ada Will, yang bermata biru, dengan kejenakaan tajamnya dan suasana hatinya yang cepat berubah-ubah membuat semua orang menjaga jarak... semua orang, benar, kecuali Tessa.
Dapatkah Tessa menemukan kakaknya? Kenapa Tessa diincar oleh Magister yang misterius? Akankah Will membiarkan Tessa memahaminya sebelum gadis itu luluh oleh kehangatan sahabatnya? (Goodreads)

Review: The Graveyard Book by Neil Gaiman

After the grisly murder of his entire family, a toddler wanders into a graveyard where the ghosts and other supernatural residents agree to raise him as one of their own.
Nobody Owens, known to his friends as Bod, is a normal boy. He would be completely normal if he didn't live in a sprawling graveyard, being raised and educated by ghosts, with a solitary guardian who belongs to neither the world of the living nor of the dead. There are dangers and adventures in the graveyard for a boy. But if Bod leaves the graveyard, then he will come under attack from the man Jack—who has already killed Bod's family . . .
Beloved master storyteller Neil Gaiman returns with a luminous new novel for the audience that embraced his New York Times bestselling modern classic Coraline. Magical, terrifying, and filled with breathtaking adventures, The Graveyard Book is sure to enthrall readers of all ages. (Goodreads)

Review: Blue Bloods - Melissa de la Cruz


Di usianya yang ke-15, Schuyler Van Alen mendapat banyak sekali kejutan. Dia menemukan mozaik urat berwarna biru di pergelangan tangannya, lalu diikuti perubahan besar lainnya. Gadis itu jadi begitu bernafsu dengan segala makanan mentah, alergi terhadap sinar matahari, dan sering mendapat penglihatan tentang masa lalu.

Belakangan, Schuyler tahu dia adalah seorang Darah Biru, para vampir yang berabad-abad menyaru di antara golongan elite New York dan Manhattan. Dan kematian seorang anak populer di sekolahnya, dengan bekas luka gigitan di leher, membuka rahasia mengerikan yang tadinya tertutup rapat sejak peristiwa Mayflower tahun 1620. Para Darah Biru harus waspada karena tanpa disadari di antara mereka selama ini ternyata ada Darah Perak—vampir yang memuaskan dahaganya dengan darah dari sesama vampir.

Schuyler sendiri tak tahu kenapa harus terlibat dalam perseteruan maut itu. Tapi masalahnya, ini perang terbuka bak hukum rimba. Darah Biru dan Darah Perak saling memburu sebelum dibunuh oleh yang lainnya terlebih dahulu. Terlambat satu detik saja, bisa jadi dia adalah korban berikutnya!

Review: Prophecy Of The Sisters - Michelle Zink



Sepeninggal sang ayah, serangkaian kejadian aneh menimpa Lia Milthorpe dan saudara kembarnya, Alice.

Diawali munculnya sebuah tanda di pergelangan tangan Lia dan berubahnya sikap Alice, mereka baru sadar terlibat ramalan kuno yang menyebabkan mereka menjadi musuh satu sama lain.

Dengan bantuan dua sahabatnya, Sonia dan Luisa, Lia mempelajari isi ramalan kuno dan baru menyadari malapetaka yang dapat ditimbulkannya. Mereka harus mencari empat Kunci yang dapat mencegah malapetaka itu. Dan Lia harus segera bertindak, sebelum Alice merintanginya…
(Goodreads)