Di usianya yang ke-15, Schuyler Van Alen mendapat banyak sekali kejutan. Dia menemukan mozaik urat berwarna biru di pergelangan tangannya, lalu diikuti perubahan besar lainnya. Gadis itu jadi begitu bernafsu dengan segala makanan mentah, alergi terhadap sinar matahari, dan sering mendapat penglihatan tentang masa lalu.
Belakangan, Schuyler tahu dia adalah seorang Darah Biru, para vampir yang berabad-abad menyaru di antara golongan elite New York dan Manhattan. Dan kematian seorang anak populer di sekolahnya, dengan bekas luka gigitan di leher, membuka rahasia mengerikan yang tadinya tertutup rapat sejak peristiwa Mayflower tahun 1620. Para Darah Biru harus waspada karena tanpa disadari di antara mereka selama ini ternyata ada Darah Perak—vampir yang memuaskan dahaganya dengan darah dari sesama vampir.
Schuyler sendiri tak tahu kenapa harus terlibat dalam perseteruan maut itu. Tapi masalahnya, ini perang terbuka bak hukum rimba. Darah Biru dan Darah Perak saling memburu sebelum dibunuh oleh yang lainnya terlebih dahulu. Terlambat satu detik saja, bisa jadi dia adalah korban berikutnya!
Showing posts with label Paranormal. Show all posts
Showing posts with label Paranormal. Show all posts
Saturday, 15 December 2012
Review: Blue Bloods - Melissa de la Cruz
Review: Dead Until Dark - Charlaine Harris
Sookie Stackhouse menikmati pekerjaannya sebagai seorang pramusaji di Merlotte, Bon Temps - Lousiana, kota yang memercayai vampir bukan sekedar legenda dan mereka membaur ditengah manusia. Dia cantik dan lucu, tetapi hanya segelintir orang yang menghargai kemampuan membaca pikiran-nya. Lalu datang vampir yang selalu dia impikan, Bill, dengan pikiran yang tidak bisa dibacanya. Dialah tipe pria yang ia nantikan selama ini.
Tetapi Bill adalah vampir dengan reputasi buruk dan lingkungan pergaulan yang menakutkan. Ketika Bon Temps dikejutkan dengan kasus pembunuhan, dan salahsatu rekan kerja Sookie menjadi korban, Bill dan vampir lain yang ada di Bon Temps menjadi tersangka, dan dia takut dia adalah korban berikutnya.
Wednesday, 12 December 2012
Review: New Moon - Stephenie Meyer
New
Moon, inilah buku berikutnya dari kisah Isabella Marie Swan alias
Bella. Sungguh menyenangkan, karena tak butuh waktu lama untuk menunggu
kelanjutan Twilight. Tidak seperti buku sebelumnya, kini buku ini diberi
judul Indonesia. Dua Cinta adalah dua kata yang dipilih, yang membuat
saya semakin penasaran. Sebenarnya bisa saja saya langsung membalikan
buku dan sehingga bisa membaca resensi singkat yang tertera di belakang
buku. Namun saya sudah bertekad untuk mengetahui jalan cerita langsung
membaca halaman demi halaman. Karena bagi saya membaca resensi di
sampul belakang hanya akan mengurangi asyiknya mengikuti petualangan
sang tokoh.
Tak
hanya judul, sampul yang didominasi dengan warna biru kehitam –hitaman
ini terlihat jauh lebih menarik. Benar – benar memberi kesan akan
suasana yang kelam. Dibandingkan dengan sampul Twilight ataupun sampul
New Moon yang asli, sampul ini terlihat lebih manis.
Review: Twilight - Stephenie Meyer

Kening saya sedikit berkerut ketika melihat buku ini. Mata saya berusaha mencari satu hal yang biasanya saya temukan pada sampul sebuah buku terjemahan. Tak ada judul Indonesia.
Di luar sana sebenarnya banyak buku terjemahan yang juga tetap menggunakan judul aslinya. Sampai sekarang saya tidak menemukan alasan mengapa orang – orang yang terlibat dalam penerbitan buku memutuskan untuk melakukan hal –hal yang demikian.
Untuk beberapa buku mungkin tidak ada masalah dalam menerjemahkannya secara harfiah. Namun tidak dengan kata Twilight ini. Walaupun telah dgunakan sebagai judul beberapa buku, namun saya tak perna benar-benar mengerti maknanya. Oxford - Advance Learner’s Dictionary menjadi pilihan untuk membantu mengatasi masalah pembendaharaan kata saya yang kurang.
Subscribe to:
Posts (Atom)

