Showing posts with label Christopher Paolini. Show all posts
Showing posts with label Christopher Paolini. Show all posts

Wednesday, 12 December 2012

Review: Eldest - Christopher Paolini



Seperti yang dijanjikan petualangan Eragon dan Saphira kembali berlanjut.

Setelah berhasil menahan serangan para pemberontak utusan Raja Galbatorix, mereka kembali harus berbenah. Menyingkirkan mayat – mayat, baik dari pihak urgal maupun dari kaum Varden sendiri, ataupun mengobati yang terluka. Eragon dan Saphira sendiri membutuhkan waktu untuk menyembuhkan luka dan memulihkan energi yang terkuras akibat pertempuran yang cukup besar itu.

Farthen Dur sendiri bisa dikatakan porak – poranda setelah penyerangan. Setelah melalkan prosesi pemakaman bagi beberapa orang penting, oleh dewan tetua, upacara pemilihan pemimpin baru pun dilaksanakan. Nasuada, Putri Ajihad menjadi satu-satunya pilihan. Banyak kontroversi dan spekulasi di dalamnya. Eragon dan Saphira tak punya pilihan lain kecuali bersumpah untuk memberikan sumpah kesetiannya sebagai Penunggang Naga.

Review: Eragon - Christopher Paolini



Eragon, begitu anak laki laki berusia lima belas tahun itu dipanggil. Bersama sepupu, Ronan, dan pamannya, Garrow, Eragon menghabiskan hari –harinya di lahan pertanian yang berada di Alagaesia. Ia tak pernah tau bagaiman asal-usul ayah dan ibunya. Yang ia tahu hanyalah bahwa ibunya , Selena, meninggalkannya sejak ia lahir. Walau demikian ia tak pernah merasa kekurangan, karena Garrow membesarkannya dengan penuh kasih sayang.

Tak banyak yang istimewa dalam hidup Eragon. Sampai suatu hari ia menemukan sebuah batu biru yang mengilap di kawasan pengunungan Spine, ketika sedang berburu. Awalnya ia berusaha untuk menjual apa yang abru saja ditemukannya. Sayangnya tak satupun yang bersedia menukarkan benda asing tersebut denan sejumlah uang yang diinginkan Eragon.