
Seperti yang dijanjikan petualangan Eragon dan Saphira kembali berlanjut.
Setelah berhasil menahan serangan para pemberontak utusan Raja Galbatorix, mereka kembali harus berbenah. Menyingkirkan mayat – mayat, baik dari pihak urgal maupun dari kaum Varden sendiri, ataupun mengobati yang terluka. Eragon dan Saphira sendiri membutuhkan waktu untuk menyembuhkan luka dan memulihkan energi yang terkuras akibat pertempuran yang cukup besar itu.
Farthen Dur sendiri bisa dikatakan porak – poranda setelah penyerangan. Setelah melalkan prosesi pemakaman bagi beberapa orang penting, oleh dewan tetua, upacara pemilihan pemimpin baru pun dilaksanakan. Nasuada, Putri Ajihad menjadi satu-satunya pilihan. Banyak kontroversi dan spekulasi di dalamnya. Eragon dan Saphira tak punya pilihan lain kecuali bersumpah untuk memberikan sumpah kesetiannya sebagai Penunggang Naga.
