Saturday, 15 December 2012

Review: Alice In Wonderland - Lewis Carroll


Alice terjatuh ke dalam lubang kelinci dan terdampar di negeri ajaib yang penghuninya jauh lebih ajaib lagi.
Di sana, Alice mengalami petualangan yang luar biasa. Alice bertemu seekor kelinci dengan arloji saku, mengikuti pesta minum the yang diadakan si Pembuat Topi, dan kemudian bermain kriket dengan sang Ratu!
Tersesat di negeri khayalan ini membuat Alice penasaran, dan semakin penasaran setiap menitnya...(Goodreads) 

Review: Blood Beast - Darren Shan

Mengunci diri di ruang kerja Dervish. Napasku pendek-pendek, sesak. Gemetar hebat. Aku masih mual dan pusing, tapi mungkin karena aku ketakutan. Aku memaksa diri untuk menarik napas dengan normal, pelan-pelan. Ketika sudah merasa bisa mengendalikan diri, aku mengamati pantulanku di cermin kecil, mencari tanda-tanda. Apakah aku sedang berubah menjadi serigala siluman? Aku tidak tahu... Sejauh ini Grubbs Grady berhasil tidak terjangkit kutukan keluarga, tapi ketika dia mulai mengalami gejala-gejala mengejutkan selagi bulan sedang purnama, dia takut rahang-rahang takdir tengah terbuka dan hendak menelannya bulat-bulat. Dia telah mengelabui kematian, mengalahkan iblis, melanjutkan hidupnya. Tapi Grubbs tercabik antara dunia sihir dan gen serigalanya. Mampukah dia melawan binatang dalam dirinya atau dia akan menjadi korban berikutnya dari darah keturunan yang ternoda?

Review: Bec - Darren Shan



Selagi bayi, Bec berjuang untuk hidup. Ketika menginjak usia remaja, ia dididik menjadi pendeta wanita. Ia berusaha berbaur dengan suku-suku yang membutuhkan keahliannya namun takut pada kekuatannya. Dan ketika iblis-iblis datang, pertarungan berubah menjadi peperangan.

Sihir Bec lemah dan tidak terlatih, sampai ia bertemu dengan sang druid, Drust. Di bawah kepemimpinan Drust, Bec dan sekelompok kecil pendekar melakukan perjalanan panjang melintasi daerah-daerah liar untuk menghadapi Demonata di tempat iblis-iblis itu menyeberang ke dunia ini. Tapi pertarungan terakhir menuntut pengorbanan yang terlalu mengerikan untuk dibayangkan..
(Goodreads)

Review: The Farseer: Assassin's Apprentice - Robin Hobb

   
Fitz, anak haram putra mahkota Enam Duchy, dibesarkan oleh kepala istal kerajaan dan dipandang rendah seisi istana. Namun dalam darah Fitz mengalir Keahlian, kemampuan telepati yang turun-menurun dalam keluarga Farseer, penguasa Enam Duchy.

Dan atas perintah Raja Shrewd, diam-diam Fitz dilatih menjadi pembunuh.

Ketika perompak ganas menyerang Enam Duchy, wilayah itu dalam bahaya besar. Berbekal Keahlian dan pelatihannya selama ini, Fitz menjalani misi berbahayanya yang pertama. Namun, kendati Fitz bertarung untuk menyelamatkan Enam Duchy, banyak pihak yang menganggapnya sebagai ancaman bagi singgasana.
(Goodreads)

Review: Cinder and Ella by Melissa Lemon

After their father’s disappearance, Cinder leaves home for a servant job at the castle. But it isn’t long before her sister Ella is brought to the castle herself—the most dangerous place in all the kingdom for both her and Cinder. Cinder and Ella is a Cinderella story like no other and one you'll never forget. (Goodreads)

Review: Hansel dan Gretel - Grimm Bersaudara



Dahulu hiduplah seorang penebang kayu bersama istri dan kedua anaknya, Hansel dan Gretel. Hidup mereka serba kekurangan. Semua semakin parah ketika bencana kelaparan meland negeri mereka. Si penebang tak mampu lagi menyediakan apapun untuk keluarganya.Suatu malam, Ia mengungkapkan semua kegundahannya pada istrinya. Tak diduga, gagasan yang sangat jahat muncul dari benak sang istri. Ia berencana untuk meninggalkan Hansel dan Gretel di bagian hutan yang paling lebat. Sehingga mereka tidak akan menemukan jalan pulang. 

Awalnya rencana jahat itu ditolak mentah-mentah oleh si penebang. Karena ia sangat mencintai kedua anaknya. Namun ia tak kuasa untuk menolak keinginan keras istrinya. Untung saja, saat itu Hansel dan Gretel mendengar apa yang diungkapkan ibu tirinya. Segera saja mereka menyusun rencana sehingga bisa kembali pulang ke rumah dengan selamat. Semua itu berkat kerikil kerikil putih di depan rumah yang berkilauan seperti koin perak yang mereka kumpulkan. Sepanjang jalan menuju hutan, Hansel dan Gretel menjatuhkan kerikil-kerikil itu dari kantong jaket. Sehingga ketika malam tiba dan bulan bersinar terang, kerikil kerikil mengkilap menjadi penunjuk jalan menuju rumah. 

Review: Firelight - Sophie Jordan


 Jacinda adalah gadis yang unik. Dia tidak hanya draki—manusia keturunan naga—tetapi juga jenis draki penyembur api pertama sejak empat ratus tahun. Karena kelangkaannya, sang ketua kelompok hendak menikahkannya dengan sang putra mahkota, Cassian, supaya menghasilkan draki-draki penyembur api lainnya.

Ibu Jacinda yang merasa keberatan anaknya hendak “dibiakkan” membawa kabur Jacinda dan saudara kembarnya, Tamra, dari perkampungan draki untuk menjalani kehidupan normal sebagai orang biasa.
Ibunya berharap, naluri draki Jacinda perlahan-lahan
akan padam seperti halnya dirinya.

Namun, ternyata naluri draki Jacinda tidak semudah itu dimusnahkan. Dia ingin sekali kembali ke kelompoknya, di mana udara sejuk dan kabut pegunungan menyegarkan kulitnya. Diam-diam, dia sering menyelinap pergi ke hutan terdekat untuk memelihara kemampuan terbangnya.

Hingga akhirnya dia bertemu Will, pemuda yang bisa menghidupkan naluri drakinya, bahkan di gurun gersang sekalipun. Tetapi Will ternyata adalah orang yang sangat berbahaya, dan Cassian berhasil menemukannya serta mengklaimnya untuk kembali ….
(Goodreads)

Review: Her Fearful Symmetry by Audrey Niffenegger

When Elspeth Noblin dies she leaves her beautiful flat overlooking Highgate Cemetery to her twin nieces, Julia and Valentina Poole, on the condition that their mother is never allowed to cross the threshold. But until the solicitor's letter fall through the door of their suburban American home, neither Julia nor Valentina knew their aunt existed. The Twins hope that in London their own, separate, lives can finally begin but they have no idea that they have been summoned into a tangle of fraying lives, from the obsessive-compulsive crossword setter who lives above them to their aunt's mysterious and elusive lover, who lives below them and works in the cemetery itself. As the twins unravel the secrets of their aunt, who doesn't seem quite ready to leave her flat, even after death, Niffenegger weaves together a delicious and deadly ghost story about love, loss and identity.(Goodreads)

Resensi: Knock Three Times - Marion ST. John Webb

Molly benar-benar kecewa ketika Bibi Phoebe mengirimkan sebuah bantalan jarum kecil berbentuk labu berwarna abu-abu untuk hadiah ulang tahunnya, dan bukannya gelang perak yang telah lama diidam-idamkannya. Tetapi di malam hari, saat bulan purnama bersinar, bantalan jarum berbentuk labu itu berubah menjadi labu ajaib. Ia membawa Molly dan saudara kembarnya, Jack, ke sebuah dunia aneh tempat si Labu ternyata amat ditakuti. Molly dan Jack mengalami petualangan yang amat menegangkan dalam usaha mereka menemukan si Labu. Mereka dijebak, beberapa kali masuk perangkap, sekaligus mendapat banyak teman di dunia itu. Siapakah sebenarnya si Labu Kelabu? (Goodreads)

Review: Sweetly - Jackson Pearce


Dua belas tahun lalu, Gretchen, saudari kembarnya, dan Ansel, abangnya berjalan-jalan ke hutan. Mereka bertemu dengan makhluk mengerikan. Entah penyihir atau monster mereka tidak tahu. Mereka tunggang langgang melarikan diri dari kejaran si makhluk. Gretchen dan Ansel selamat, tetapi saudari kembarnya lenyap.

Beberapa tahun kemudian, mereka pindah ke Live Oak, sebuah kota yang nyaris ditinggalkan penduduknya. Keduanya tinggal di rumah Sophia Kelly, pemilik toko cokelat yang jelita. Gretchen dan Ansel mulai melupakan masa lalu mereka yang kelam, hingga Gretchen bertemu Samuel. Dia berkata kalau penyihir masih bersembunyi, mengintai dari hutan, memangsa para gadis setiap kali Sophia menggelar festival cokelat.

Gretchen memutuskan untuk melawan. Dia ingin tahu kenapa saudari kembarnya yang lenyap sementara dia selamat. Dan dia meyakini satu hal: monster itu akan datang lagi, dan ia takkan pergi sebelum kenyang. (Goodreads)

Review: Sisters Red - Jackson Pearce

SERIGALA ITU MEMBUKA RAHANGNYA YANG PANJANG. DERETAN GIGI TAJAM MENDEKAT KE ARAHNYA. SEBUAH PIKIRAN BERKECAMUK DI DALAM BENAK SCARLETT: CUMA TINGGAL AKU SENDIRI YANG TERSISA UNTUK BERTEMPUR. JADI, SEKARANG AKU HARUS MEMBUNUHMU.

Scarlett March hidup untuk berburu Fenris, manusia serigala yang telah mengambil matanya ketika gadis itu berusaha melindungi adiknya, Rosie, dari sebuah serangan brutal. Dengan bersenjatakan sebilah kapak dan tudung merah darah, Scarlett merupakan ahli dalam hal memancing dan membasmi para serigala jadi-jadian. Dia bertekad untuk melindungi para gadis muda lainnya dari kematian yang mengerikan. Jantungnya yang berdegup kencang tidak akan pernah berhenti berpacu sebelum seluruh manusia serigala tewas.
Rosie March dulu mengira hubungan dirinya dengan sang kakak tidak akan pernah retak. Karena merasa berutang nyawa pada Scarlett, Rosie pun ikut berburu dengan ganas di samping kakaknya itu. Namun, bahkan ketika jumlah gadis muda yang menjadi korban semakin meningkat dan ketika kekuatan para Fenris terasa semakin bertambah, Rosie memimpikan sebuah kehidupan yang tidak melibatkan para manusia serigala. Dia mendapati dirinya tertarik pada satu-satunya sahabat Scarlett, Silas, seorang pandai kayu yang sangat mematikan dalam menggunakan kapak. Namun, apakah mencintai pria itu berarti mengkhianati kakaknya serta segala hal yang selama ini mereka perjuangkan? (Goodreads)

Review: Clockwork Angel - Cassandra Clare

SIHIR MEMANG BERBAHAYA—TAPI CINTA TETAP LEBIH BERBAHAYA

Pada zaman Victoria, Tessa Gray yang berusia enam belas tahun menyeberangi samudera untuk menemui kakak laki-lakinya di Inggris. Sesuatu yang mengerikan sedang menantinya di Dunia Bawah London, di mana vampir, warlock, dan makhluk gaib lainnya berjalan diam-diam di jalanan yang diterangi lampu gas. Hanya para Pemburu Bayangan, ksatria yang mengabdi untuk menyingkirkan iblis dari dunia, yang menjaga keteraturan di tengah kekacauan. Tanpa teman dan diburu, Tessa berlindung kepada para Pemburu Bayangan di Institut London. Tessa segera tertarik dengan—dan terkoyak di antara—dua sahabat. Ada James, yang ketampanan rapuhnya menyembunyikan rahasia mematikan. Lalu ada Will, yang bermata biru, dengan kejenakaan tajamnya dan suasana hatinya yang cepat berubah-ubah membuat semua orang menjaga jarak... semua orang, benar, kecuali Tessa.
Dapatkah Tessa menemukan kakaknya? Kenapa Tessa diincar oleh Magister yang misterius? Akankah Will membiarkan Tessa memahaminya sebelum gadis itu luluh oleh kehangatan sahabatnya? (Goodreads)

Review: The Graveyard Book by Neil Gaiman

After the grisly murder of his entire family, a toddler wanders into a graveyard where the ghosts and other supernatural residents agree to raise him as one of their own.
Nobody Owens, known to his friends as Bod, is a normal boy. He would be completely normal if he didn't live in a sprawling graveyard, being raised and educated by ghosts, with a solitary guardian who belongs to neither the world of the living nor of the dead. There are dangers and adventures in the graveyard for a boy. But if Bod leaves the graveyard, then he will come under attack from the man Jack—who has already killed Bod's family . . .
Beloved master storyteller Neil Gaiman returns with a luminous new novel for the audience that embraced his New York Times bestselling modern classic Coraline. Magical, terrifying, and filled with breathtaking adventures, The Graveyard Book is sure to enthrall readers of all ages. (Goodreads)

Review: Blue Bloods - Melissa de la Cruz


Di usianya yang ke-15, Schuyler Van Alen mendapat banyak sekali kejutan. Dia menemukan mozaik urat berwarna biru di pergelangan tangannya, lalu diikuti perubahan besar lainnya. Gadis itu jadi begitu bernafsu dengan segala makanan mentah, alergi terhadap sinar matahari, dan sering mendapat penglihatan tentang masa lalu.

Belakangan, Schuyler tahu dia adalah seorang Darah Biru, para vampir yang berabad-abad menyaru di antara golongan elite New York dan Manhattan. Dan kematian seorang anak populer di sekolahnya, dengan bekas luka gigitan di leher, membuka rahasia mengerikan yang tadinya tertutup rapat sejak peristiwa Mayflower tahun 1620. Para Darah Biru harus waspada karena tanpa disadari di antara mereka selama ini ternyata ada Darah Perak—vampir yang memuaskan dahaganya dengan darah dari sesama vampir.

Schuyler sendiri tak tahu kenapa harus terlibat dalam perseteruan maut itu. Tapi masalahnya, ini perang terbuka bak hukum rimba. Darah Biru dan Darah Perak saling memburu sebelum dibunuh oleh yang lainnya terlebih dahulu. Terlambat satu detik saja, bisa jadi dia adalah korban berikutnya!

Review: Prophecy Of The Sisters - Michelle Zink



Sepeninggal sang ayah, serangkaian kejadian aneh menimpa Lia Milthorpe dan saudara kembarnya, Alice.

Diawali munculnya sebuah tanda di pergelangan tangan Lia dan berubahnya sikap Alice, mereka baru sadar terlibat ramalan kuno yang menyebabkan mereka menjadi musuh satu sama lain.

Dengan bantuan dua sahabatnya, Sonia dan Luisa, Lia mempelajari isi ramalan kuno dan baru menyadari malapetaka yang dapat ditimbulkannya. Mereka harus mencari empat Kunci yang dapat mencegah malapetaka itu. Dan Lia harus segera bertindak, sebelum Alice merintanginya…
(Goodreads)

Review: The Wind in The Willows - Kenneth Grahame


Terjual lebih dari 100 juta kopi, dan telah dicetak lebih dari 250 edisi dalam berbagai versi, The Wind in the Willows—pertama kali terbit tahun 1908—merupakan buku fabel terbaik sepanjang masa. Karya Kenneth Grahame ini tidak hanya bercerita mengenai petualangan seru, tetapi juga nilai-nilai persahabatan.
***
Kisah tentang persahabatan antara Tikus Tanah yang polos, Tikus Air yang sangat mencintai sungai, Luak yang bijaksana, serta Katak yang ceroboh. Di tepi sungai yang indah dan hutan belantara yang angker, kisah mereka terjalin dengan indah dan mendebarkan
(Goodreads)

Review: Uglies - Scott Westerfeld



Tally Youngblood akan berusia enam belas tahun, dan dia tak sabar menunggunya. Di dunia Tally, umur enam belas tahun berarti perubahan dari buruk rupa menjadi rupawan. Dengan menjadi rupawan, dia akan memasuki dunia berteknologi tinggi yang menawarkan kehidupan bersenang-senang. Tinggal beberapa minggu lagi, Tally akan memasuki dunia tersebut.

Tetapi dia berjumpa dengan Shay, sesama buruk rupa, yang tidak yakin mau berubah menjadi rupawan. Saat Shay melarikan diri, Tally mempelajari suatu fakta dari dunia rupawan—yang mengguncangkan dan ternyata tak secantik wujudnya.

Review: Captain Underpants And The Invasion Of The Incredibly Naughty Cafeteria Ladies From Outer Space - Dav Pilkey



Suatu hari sebuah pesawat UFO mendarat di atap sekolah George dan Harold. Penumpangnya, tiga makhluk luar angkasa jahat yang ingin menguasai dunia, menyamar jadi ibu-ibu pengurus kafeteria sekolah. Mereka membuat semua anak dan guru yang makan masakan mereka menjadi zombie kutu buku yang jahat. Untung George dan Harold mengetahui rencana busuk mereka dan segera mengajak Kapten Kolor beraksi. Dan kali ini Kapten Kolor mendapat kekuatan super lain berkat jus penambah kekuatan superdahsyat milik makhluk luar angkasa itu
Di suatu malam yang tak berawan, sebuah benda berpijar membelah langit Piqua, Ohio. Selama beberapa detik benda itu bersinar sangat terang. Sampai akhirnya lenyap. Anehnya tak satupun tertangkap oleh warga sekitar. Bahkan keesokan harinya , tak satu pun dari murid-murid SD Jerome Horwitz yang memperhatikan. Padahal benda yang mirip pesawat luar angkasa itu berada di atap sekolah. Mungkin saja dikarenakan mereka terlalu sibuk dengan pikiran masing-masing . Termasuk George dan Harold yang sepagi itu memikirkan hal apa saja yang bisa mereka lalukan untuk membuat sesuatu yang disebut para guru sebagai kegaduhan

Review: Joshua Joshua Tango - Robert Wolfe



Kasihan sekali Marcel Groen. Ibunya meninggalkannya waktu ia masih kecil dan ayahnya selalu sibuk bekerja sebagai peneliti. Sementara di sekolah, Marcel juga tidak punya teman dan selalu diledek karena suka berkhayal dan tidak jago main sepak bola, olahraga favorit anak laki-laki di sekolahnya.

Sampai suatu hari ayahnya membawa pulang Joshua, kura-kura Brasil yang diam-diam bisa terbang, bertelepati, dan berbicara, meski hanya pada Marcel.

Bersama-sama, keduanya mengalami berbagai petualangan seru: terbang di atas ombak lautan, membebaskan Kolonel yang diculik, menolong teman yang akan dideportasi, bahkan belajar melakukan tendangan penalti sehingga akhirnya menjadi pemain andalan tim sepak bola sekolah.

Review: Dead Until Dark - Charlaine Harris


Sookie Stackhouse menikmati pekerjaannya sebagai seorang pramusaji di Merlotte, Bon Temps - Lousiana, kota yang memercayai vampir bukan sekedar legenda dan mereka membaur ditengah manusia. Dia cantik dan lucu, tetapi hanya segelintir orang yang menghargai kemampuan membaca pikiran-nya. Lalu datang vampir yang selalu dia impikan, Bill, dengan pikiran yang tidak bisa dibacanya. Dialah tipe pria yang ia nantikan selama ini.

Tetapi Bill adalah vampir dengan reputasi buruk dan lingkungan pergaulan yang menakutkan. Ketika Bon Temps dikejutkan dengan kasus pembunuhan, dan salahsatu rekan kerja Sookie menjadi korban, Bill dan vampir lain yang ada di Bon Temps menjadi tersangka, dan dia takut dia adalah korban berikutnya.

Review: Sebastian Darke: Prince of Fools - Philip Caveney


Seorang pelawak kerajaan! Itu adalah cita-cita Sebastian Darke saat pergi ke Keladon. Kabarnya, Raja Septimus, penguasa Keladon, belum mempekerjakan seorang pelawak. Walaupun ia harus menempuh perjalanan yang panjang, Sebastian tidak gentar. Membuat orang tertawa adalah impiannya selama ini. Namun, perjalanan panjang Sebastian tidak sepenuhnya menyenangkan. Ia harus menghadapi sekawanan luper liar, bahkan terjebak pertempuran dengan para perampok! Menyeramkan sekaligus menegangkan!

Untunglah, Sebastian bisa bertemu dengan Putri Kerin yang cantik, keponakan Raja Septimus. Jalan mulus menjadi pelawak kerajaan pun di depan matanya. Apakah benar semudah itu? Bagaimana dengan Raja Septimus? Benarkah dia tidak menyukai pelawak?

Bersama Max sang buffalope dan Cornelius, Sebastian mengalami banyak petualangan lucu dan menegangkan!

Review: Captain Underpants And The Attack of The Talking Toilets - Dav Pilkey


George dan Harold biasanya anak-anak yang penuh tanggung jawab maksudnya, kapan pun ada kejadian heboh di sekolah, pasti George dan Harold yang bertanggung jawab!Dan rupanya kembali bikin ulah! Mula-mula, mereka membikin kacau Lomba Karya Ilmiah yang diadakan di sekolah. Berikutnya, mereka tidak sengaja menciptakan pasukan jahat dan buas. Pasukan bersosok toilet cerewet itu siap mengambil ahli dunia.Siapa yang mampu menghentikan toilet yang suka makan orang itu? Rupanya ini tugas buat...

KAPTEN KOLOR!KAPTEN KOLOR, kisah petualangan penuh aksi, penuh horor, sekaligus penuh tawa. Dilengkapi FLIP-O-RAMA, teknik ilustrasi unik yang membuat pembaca bisa menciptakan film animasi sendiri.

Review: Glubbslyme - Jacqueline Wilson


Ketika Rebecca menceburkan diri ke kolam penyihir setelah bertengkar dengan teman akrabnya Sarah, ia bertemu teman baru yang luar biasa---kodok yang sangat besar! Dan Glubbslyme bukan kodok biasa. Ia berumur ratusan tahun, pandai bicara dan---yang paling hebat---ia bisa menyihir! Mungkin, siapa tahu, ia dapat menolong Rebecca bersahabat dengan Sarah lagi...?
Musim liburan kali ini tiba-tiba menjadi tidak seru. Jauh dari yang direncanakan Rebecca. Sarah, teman dekatnya ternyata lebih memilih untuk menghabiskan masa liburan bersama Mandy, anak perempuan yang tinggal tepat disamping rumah Sarah. Awalnya Rebecca berpikir mereka bertiga akan menjadi teman bermain yang mengasyikkan. Sayangnya, Mandy hanya ingin bermain bersama Sarah, tidak dengan anak perempuan yang dianggapnya hanya mengganggu mereka dengan ocehannya yang tidak penting.

Review: The Adventure of Captain Underpants - Dav Pilkey



Kalau menyebut nama George Beard dan Harold Hutchins, setiap murid dan guru di SD Jerome Horwitz pasti langsung teringat dengan dua anak laki laki paling iseng dan konyol. Tak satu pun yang lilos dari pandangan mata mereka. Teman sekelas, pemandu sorak, anggota marching band, para pemain football bahkan guru sekalipin menjadi sasaran keusilan mereka. Sehingga jika terjadi sesuatu dapat dipastikan dua anak laki-laki yang bersahabat sejak kecil itu yang bertanggung jawab. Setidaknya seperti itulah anggapan Mr Krupp, kepala sekolah mereka yang galak.

Tidak ada keinginan terbesar dari Mr Krupp selain menangkap basah kedua anak bandel itu. Apalagi ketika tahu bahwa George dan Harold mulai memperdagangkan komik-komik buatan mereka yang diberi judul Kapten Kolor. Sebenarnya Mr Krupp tidak hanya membenci George dan Harold karena pada dasarnya pria ini memang tak menyukai anak – anak. Teriakan mereka membuatnya gerah.

Review: Nod’s Limbs - Charles Ogden




Pet sekarat!. Gigitan Morella ternyata berdampak sangat buruk. Rambut-rambut Pet mulai berjatuhan. Pergerakannya semakin lemah. Sayangnya, balsam sebagai satu-satunya obat penawar tertimbun jauh di dalam tanah berlapis tebal akibat ledakan yang terjadi akibat ketidaksengajaan Edgar.

Tak ada balsam berarti selamat tinggal bagi Pet. Menggali timbunan menjadi satu-satunya cara untuk mencapai sumber balsam. Sayang usaha Edgar dan Ellen tak membuahkan hasil. Timbunan tanah terlalu tebal. Tenaga mereka berdua tak cukup besar untuk menembusnya. Padahal waktu yang tersisa semakin sedikit. Mereka nyaris dibuat putus asa karenanya sampai ketika terdengar kabar ditemukannya surat wasiat August Nod.

Thursday, 13 December 2012

Review: Lord of The Shadows - Darren Shan



Spoiler Alert!!!

Delapan belas tahun berlalu sejak Darren meninggalkan rumah dengan identitas kematian palsunya dengan darah vampir yang dialirkan oleh Mr Crepsley. Selama itu pula, kejadian demi kejadian terjadi dan mengubah banyak hal. Tidak hanya Darren ataupun orang – orang disekitarnya, karena sejak kepergian Darren, perubahan drastis pun terjadi pada teman – temannya di masal lalu dan tentu saja keluarganya.

Rumah masa kecil Darren masih ada. Namun orang tuanya telah lama pindah sejak ayahnya pensiun. Rumah yang terlihat lebih suram dibandingkan sejak Darren terakir kali melihatnya kini ditempati oleh adiknya Anhie. Satu kejutan baru adalah ketika mengetahui bahwa Anhie memiliki anak dan membesarkannya tanpa seorang suami. Begitu melihat sosok adik perempuan satu – satunya, Darren nyaris kehilangan kendali. Keinginan untuk muncul di hadapan Anhie, berbicara, memeluknya, tertawa dan menangis bersama ataupun membicarakan masa lalu begitu besar. Namun akhirnya Darren mengurungkan niatnya. Ia kembali ke kota tempat ia menghabiskan masa kecil bukan untuk membongkar masa lalunya. Masih ada misi yang lebih penting dari sekedar mengenang masa lalu.

Review: The Historian - Elizabeth Kostova



Setelah membiarkan buku ini di rak buku nyaris 2 tahun lamanya, akhirnya beberapa minggu yang lalu saya memutuskan untuk membuka halaman pertamanya. Saya punya alasan kuat mengapa tidak langsung melahapnya begitu buku ini resmi menjadi penguni rak buku. Pertama, masalah ketebalan yang tidak diragukan lagi, belum lagi ditambah buku ini dikemas dalam bentuk hardcover. Kedua, tentu saja masih banyak buku yang lebih tipis lainnya. Namun sampai di halaman terakhir, saya sedikit menyesal kenapa tidak membacanya sejak dulu. Karena buku ini ternyata menarik. hhhmmm...satu pelajaran lagi Don’t Judge the book by its thickness.

Review: Days of Magic, Night of War - Clive Barket

Petualangan-petualangan Candy Quackenbush di Abarat kini semakin aneh dan menegangkan. Christopher Carrion, sang Penguasa Tengah Malam, telah mengirimkan kaki-tangannya untuk menangkap Candy. Kenapa? Apa yang dikehendaki Carrion dari gadis asal Minnesota ini? Dan kenapa Candy mulai merasa bahwa Abarat bukanlah dunia yang asing baginya? Dia bahkan bisa mengucapkan kata-kata bertuah yang entah kapan pernah dipelajarinya.

Ini misteri besar. Dan Carrion, bersama neneknya yang jahat, Mater Motley, curiga bahwa siapa pun Candy sebenarnya, dia bisa menghancurkan rencana-rencana mereka untuk menguasai Abarat.

Review: Abarat - Clive Barker



Peristiwanya berawal di tempat paling membosankan di dunia: Chickentown, U.S.A. Kota yang lebih banyak dihuni ayam daripada manusia. Di sinilah Candy Quackenbush tinggal. Dan ia bertanya-tanya, seperti apakah masa depannya nanti.

Jawabannya datang secara tak terduga. Pertemuan mendadak dengan John Mischief (dia punya 7 saudara yang tinggal di tanduk-tanduk di kepalanya), dan kemunculan Laut Izabella entah dari mana, membawa Candy ke dunia lain.

Dunia bernama ABARAT: kepulauan luas yang tiap pulaunya memiliki jam berbeda. Mulai dari Pulau Yebba Dim Day yang jamnya selalu Jam Delapan Malam, Pulau Nonce yang indah dan selalu berada pada Jam Tiga Siang, sampai Pulau Gorgossium alias Pulau Tengah Malam yang dihuni oleh Christopher Carrion sang Pangeran Tengah Malam sendiri.

Review: Tetangga Culun - Colin Thompson


Betty, anak bungsu Keluarga Flood, merupakan seorang gadis cilik yang terlihat cukup normal—tidak seperti kakak-kakaknya. Dia belajar di sebuah sekolah dasar yang normal di ujung jalan dekat rumahnya, dan dia bahkan memiliki seorang teman baik yang normal, Ffiona Hulbert.

Namun, Betty tidak normal—dia seorang penyihir. Ketika Bridie McTort, si penindas di sekolah, mulai bertingkah, Betty tahu pasti apa yang harus dia lakukan. Dan saat ayah Ffiona ditindas di tempat kerjanya, Betty juga tahu cara mengatasi masalah itu.

Sementara itu, Winchflat Flood sednag ketagihan menonton film-film Frankenstein lama dan dia memutuskan ingin menciptakan manusianya.

Review: Asal Usul Keluarga Flood - Colin Thompson


 Keluarga Flood melarikan diri!

Mari kita pergi ke masa lalu dan berkunjung ke Transylvania Waters untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjaid ketika seorang pembersih saluran air rendahan bernama Merlin Flood jatuh cinta kepada seorang putri raja bernama Mordonna. Apakah keduanya mampu melarikan diri dari Raja Quatorze yang murka, dari kejaran para mata-mata paling kejam di dunia, dan dari prospek untuk hidup di bawah kakus?

Mengapa anak sulung mereka, Valla gemar minum darah? Benarkah Satanella benar-benar menjadi seekor anjing karena kecelakaan yang melibatkan seekor udang dan tongkat sihir yang rusak?

Inilah kesempatanmu untuk mencari tahu cara anak-anak Flood dilahirkan -- atau diciptakan.

Review: Sekolah Sihir - Colin Thompson




Lihatlah melalui jendela melengkung yang berkaca buram di kedalaman Patagonia, dan inilah yang akan kalian lihat …

Setiap hari, kelima anak Keluarga Flood menempuh jarak separuh bumi untuk pergi ke Quicklime College, sekolah sihir terbaik. Dan di sekolah tersebut, tidak ada kegiatan sia-sia seperti menaiki sapu terbang. Apalagi hari olahraga akan segera tiba, dan sebelum kalian sempat bertanya-tanya bagaimana cara Satanella yang berkaki empat bisa mengikuti lomba lari tiga kaki, sebuah masalah besar yang lebih mendesak muncul.

Orkward Warlock, anak terjahat di sekolah itu—bersama teman karibnya, Si Katak—berencana membunuh Keluarga Flood—yang sangat ia benci—pada hari olahraga
.

Review: Tetangga Menyebalkan - Colin Thompson



Setiap orang mendambakan tetangga yang baik ...

Keluarga Flood berbeda dengan keluarga lain—sebagai contoh, mereka semua—pria dan wanita—adalah penyihir. Mereka tidak tercipta secara alamiah seperti kau dan aku. Beberapa dari keenam anak tertua Nerlin dan Mordonna Flood diciptakan di ruang bawah tanah, dengan bantuan sebuah buku resep kuno dan sebatang tongkat sihir berkekuatan turbo. Betty, putri bungsu mereka, adalah seorang gadis kecil normal yang cantik. Namun, kemampuan sihirnya tidak pernah berbuah sesuai keinginannya. Tetangga yang tinggal di sebelah seharusnya tidak coba-coba mengusik sebuah keluarga penyihir. Namun, mereka melakukannya dan mereka akan segera tahu apa yang akan dilakukan Keluarga Flood terhadap tetangga yang menjengkelkan.

Review: Cosmo and The Magic Sneeze - Gwyneth Rees




Cosmo ingin jadi kucing penyihir, seperti ayahnya. Karena itu, waktu lulus tes istimewa, ia sangat senang. Sekarang ia bisa menggunakan bersin ajaibnya untuk membantu Sybil si penyihir membuat ramuan.

Sybil amat menakutkan dan tidak ada yang memercayainya. Tapi ketika suatu hari ia membuat ramuan dengan resep sangat rahasia, Cosmo jadi khawatir. Mungkinkah Sybil sedang membuat ramuan yang sangat mengerikan? Dan mungkinkah salah satu bahannya ANAK KUCING?

Review: The Book of Lost Things - John Connolly




Dongeng ini diperuntukkan bagi orang dewasa,
terutama yang masih ingat saat – saat ketika masa kanak – kanak mulai berlalu
dan jalan menuju kedewasaaan telah terbentang
(resensi di sampul belakang)

David, anak laki - laki yang menjadi tokoh utama di buku ini. Berbagai macam ritual dilakukan demi kesembuhan ibunya. Berdoa, tidak berisik saat melakukan segala sesuatu, mendahulukan kaki kiri saat turun dari tempat tidur, menghitung sampai dua puluh kali saat menggosok gigi, sampai menyentuh keran – keran di kamar mandi ataupun gagang pintu dilakukan agar ibunya bisa bertahan lebih lama. Sayangnya kekuatan penyakit yang telah lama bersarang di tubuh ibunya jauh lebih kuat. David hanya bisa menangis tersedu ketika kehidupan perempuan cantik yang sangat disayanginya itu berakhir.

Setelah kehilangan ibu, David tidak mau mengambil resiko kehilangan ayahnya. Rutinitas yang sama terus dijalankannya. Walau tidak sedisiplin dulu. Sayang, seperti saat mengusahakan hal yang sama untuk nyawa ibunya, semua rutinitas itu ternyata juga tidak bekerja untuk ayahnya. Hanya dalam lima bulan, tiga minggu dan empat hari setelah ibunya meninggal, kini hadir wanita lain dalam kehidupan ayahnya, Rose, Bahkan ketika David belum siap menghadapi semua yang ada di depan mata. Seakan ingin kemalangan David, sejak mengetahui Rose akan menggantikan posisi ibunya, suara – suara aneh yang berasal dari buku miliknya mulai muncul di kepala David.

Review: Pet’s Revenge - Charles Ogden




Spoiler Alert!!!!

Siapa pun yang telah mengikuti kisah ini sejak awal pasti mengenal Pet, binatang berambut dan bermata satu berwarna kuning yang selalu menjadi korban kejahilan Edgar dan Ellen di saat mereka tak punya mainan baru ataupun saat dilanda kebosanan. Mereka seakan tak pernah peduli akan rasa sakit yang mungkin saja dialami oleh Pet. Lihat saja ketika mereka menjadikan Pet sebagai pengganti Shuttle Cock.

Sial bagi Pet, tak peduli di manapun ia bersembunyi, Edgar dan Ellen dengan mudah menemukan tempat persembunyiannya. Mereka seakan memiliki sensor yang dapat mendeteksi keberadaan makhluk malang itu. Bahkan dengan mudah mereka merasakan perbedaan yang belakangan terjadi pada Pet. Tidak hanya terlihat lebih lincah dalam setiap usahanya untuk kabur, bahkan pernah sekali mereka memergoki Pet yang menyelinap ke dalam Laboratorium. Pertanyaan Edgar dan Ellen pun terjawab dengan mudah, ketika tahu bahwa balsemlah yang selama ini memberi kekuatan baru bagi Pet kesayangan mereka. Sayangnya ada satu rahasia lagi yang tidak mereka ketahui.

Wednesday, 12 December 2012

Review: Dracula - Bram Stoker



Vampir, siapa yang tidak mengenal sosok misterius sekaligus mengerikan ini. Wajah dengan seringai kejam dan buas .Kehidupannya yang abadi. Taringnya yang tajam yang setiap saat mengincar darah segar para korbannya dengan meninggalkan luka berupa dua lubang kecil sebagai tanda bahwa ia pernah ada di sana. Belum lagi kekuatannya yang tak terkalahkan kecuali dengan sebuah pancang kayu, salib, bawang putih dan peluru perak.

Di luar sana mungkin terdapat beragam kisah makluk penghisap darah yang ditulisakan menjadi sebuah buku. Namun bagi seorang kutu buku, saya yakin kisah Dracula milik Bram Stoker yang diterbitkan tahun 1897 adalah salah satu yang paling terkenal. Namun walau telah mendengar nama besarnya, dan memiliki bukunya pertengah tahun 2007, saya baru menyentuh lembaran demi lembarannya di awal tahun 2009 ini.

Review : Spring-Heeled Jack - Phillip Pullman




Panti Asuhan Alderman Cawn-Plaster Memorial bukan tempat yang menyenangkan bagi siapa pun. Tidak hanya bubur yang tidak enak atapun selimut tipis yang tidak mampu menghalau rasa dingin, tempat itu juga dikepalai oleh Mr Killjoy dan asistennya Miss Gasket yang jahat. Semua anak – anak panti mengenal baik bagaimana watak kedua orang yang hanya mengincar uang pembayaran panti setiap bulannya.

Tak heran jika suatu malam Rose , Lily dan Little Ned akhirnya memutuskan untuk kabur dari tempat mereka tinggal selama 18 bulan lamanya. Mereka tak bisa bertahan lebih lama lagi.Pelabuhan menjadi tempat tujuan mereka. Mereka berencana untuk naik Kapal Indomitable dan meninggal London. Rose berkata akan menjual kalung peninggalan ibu mereka untuk membeli tiket kapal.

Review: Konrad Si Anak Instan - Christine Nostlinger



Bertahun – tahun lamanya, Mrs. Bartolotti terbiasa hidup sendiri. Tidak ada lagi rasa sedih yang tersisa sejak kepergian Mr Bartolotti bertahun – tahun lalu. Karena kini Mrs Bartolotti punya banyak hal yang harus dikerjakan. Dari bisnis tenunan permadani, jadwal yang di tetapkan bersama Mr Egon, sang pemilik Apotek untuk saling mengunjungi di hari selasa dan sabtu, sampai kebiasaannya berbelanja dan memesan barang – barang.

Khusus yang terakhir memang menjadi hal yang tidak terpisahkan dari Mrs. Bartolotti. Semua itu bersumber dari kegemarannya pada kupon, formulir pesanan, penawaran gratis dan penawaran istimewa. Saking sukanya pada kesemua hal tersebut, ia bahkan tidak sadar sering memesan barang barang yang bahkan tidak dibutuhkannya. Bukan hanya sekali Mrs Bartolotti menyesal bahkan menangis ketika sadar bahwa ia tak memerlukan sejumlah kaus kaki katun pria berwarna kelabu, sembilan kincir doa dari Tibet dan sejumlah barang tak berguna lainnya. Namun keesokan harinya, ia kembali berkutat dengan kebiasaanya mengisi kupon dan formulir baru.

Review: Soul Eater - Michelle Paver



Setelah melewati petualangan yang nayris merenggutnya nyawanya di wilayah kekuasaan Klan Anjing Laut, Torak dan Serigala kembali ke Klan Gagak dengan banyak hal baru. Mengetahui kebenaran memang terkadang seperti menelan pil pahit. Awalnya tak mudah bagi Torak untuk mempercayai semua hal yang dibenarkan oleh Fin- Keddin, pemimpin Klan Gagak, namun ia akhirnya sadar bawa tak mungkin menghindar. Garis nasibnya telah ditentukan. Walau hal itu berarti berhadapan dengan sekumpulan Pemangsa Arwah.

Tak seorang pun menduga bahwa pertemuan torak dengan Pemangsa Arwah akan secepat itu. Suatu hari di musim dingin, saat berburu rusa, Torak dan Ren sadar bahwa Serigala menghilang. Jejak serigala menghilang begitu saja. Usaha memanggil serigala pun tak membuahkan hasil karena tak sekalipun Serigala membalas lolongan Torak. Tak butuh waktu lama untuk tahu bahwa serigala telah diculik. Apalagi ketika bertemu dengan Pejalan, pria aneh dan sedikit gila.

Review: Spirit Walker - Michelle Paver





Petualangan Torak dimulai lagi. Setelah menunaikan semua janji pada Fa, ia masih harus berjuang untuk memecahkan misteri dibalik semua tragedi yang telah merenggut nyawa beberapa orang. Ia tahu bahwa Pemakan Arwah bertanggung jawab untuk masalah ini. sayangnya untuk mencari jejak mereka bukanlah hal yang gampang. Alih-alih menemukan mereka, nyawa Torka bahkan bisa terancam. Ia sendiri tak pernah tahu seberapa besar kekuatan kelompok itu. Yang jelas dengan kekuatan yang dimilikinya sekarang ia tahu tak mungkin menghadapinya seorang diri. beruntung Klan Gagak bersedia menampungnya. Setidaknya selama beberapa purnama setelah insident beruang jahat itu berlalu, Torak bisa merasa sedikit tenang. Ia bisa belajar beberapa hal baru.

Namun semua keadaan tiba – tiba berubah. suatu wabah penyakit menyerang seluruh klan di hutan. Tak terkecuali Klan Gagak. Korban mulai berjatuhan. Tak ada yang tahu apa penyebabnya. Para dukun pun tidak punya obat manjur untuk menyembuhkan mereka. Kematian demi kematian tak dapat dihindari.

Review: Wolf Brother- Michelle Paver



Hutan yang dipenuhi dengan ribuan pohon dan semak tentunya bukanlah tempat yang aman untuk ditinggali. Apalagi ditambah dengan keberadaan binatang – binatang liar dan buas. Tak akan pernah tahu kapan kita tersesat di dalam rimbunan pepohonan dan bertemu dengan salah satu dari mereka. Terlebih lagi jika hutan itu seperti yang dijelajahi oleh Torak. Lebih tepatnya lagi hutan yang menjadi tempat tinggalnya sejak kecil.

Sejak kecil ia tinggal bersama Fa, ayahnya. Bersama Fa, Torak tak pernah kekurangan satu apapun. Walau benar- benar hannya berdua di tengah pekatnya hutan. Tak ada yang perlu ditakuti selama ada Fa. Sampai suatu hari ada seekor beruang liar yang tiba – tiba saja menyerang merek berdua dan akhirnya membuat Fa tewas. Untungnya sebelum menjadi korban berikutnya, Torak berhasil melarikan diri.

Review: New Moon - Stephenie Meyer

New Moon, inilah buku berikutnya dari kisah Isabella Marie Swan alias Bella. Sungguh menyenangkan, karena tak butuh waktu lama untuk menunggu kelanjutan Twilight. Tidak seperti buku sebelumnya, kini buku ini diberi judul Indonesia. Dua Cinta adalah dua kata yang dipilih, yang membuat saya semakin penasaran. Sebenarnya bisa saja saya langsung membalikan buku dan sehingga bisa membaca resensi singkat yang tertera di belakang buku. Namun saya sudah bertekad untuk mengetahui jalan cerita langsung membaca halaman demi halaman. Karena bagi saya membaca resensi di sampul belakang hanya akan mengurangi asyiknya mengikuti petualangan sang tokoh.

Tak hanya judul, sampul yang didominasi dengan warna biru kehitam –hitaman ini terlihat jauh lebih menarik. Benar – benar memberi kesan akan suasana yang kelam. Dibandingkan dengan sampul Twilight ataupun sampul New Moon yang asli, sampul ini terlihat lebih manis.

Review: Twilight - Stephenie Meyer



Kening saya sedikit berkerut ketika melihat buku ini. Mata saya berusaha mencari satu hal yang biasanya saya temukan pada sampul sebuah buku terjemahan. Tak ada judul Indonesia.

Di luar sana sebenarnya banyak buku terjemahan yang juga tetap menggunakan judul aslinya. Sampai sekarang saya tidak menemukan alasan mengapa orang – orang yang terlibat dalam penerbitan buku memutuskan untuk melakukan hal –hal yang demikian.

Untuk beberapa buku mungkin tidak ada masalah dalam menerjemahkannya secara harfiah. Namun tidak dengan kata Twilight ini. Walaupun telah dgunakan sebagai judul beberapa buku, namun saya tak perna benar-benar mengerti maknanya. Oxford - Advance Learner’s Dictionary menjadi pilihan untuk membantu mengatasi masalah pembendaharaan kata saya yang kurang.

Review: The Akhenaten Adventure - P.B Keirr

Semua hal yang tidak mungkin terjadi di dunia nyata dengan mudah terwujud di dunia fantasi. Tidak heran jika ratusan cerita bahkan mungkin saja kini jumlahnya mencapai ribuan bermunculan. Imajinasi setiap orang dengan dibiarkan bebas menciptakan karakter demi karakter yang dilengkapi dengan keistimewaan yang mengundang decak kagum.

Setidaknya semua yang saya tuliskan diatas ada pada karakter di buku ini. Lihat saja Layla, wanita cantik yang menikahi Edward Gaunt, seorang pria baik hati dan kaya rayaserta memiliki anak –anak yang cerdas dan sehat, John dan Philipa. Seakan ingin melengkapi keberuntungan yang dimilikinya, di rumah ia memilii dua ekor anjing yang benar- benar luar biasa. Saya pikir tak satupun orang di dunia ini yang sepandai Alan dan Neil, yang bisa memahami keinginan tuannya untuk mengganti saluran televisi, pergi ke toko kue dan mengambilkan sekantong bagel tanpa memakannya, mengisi meteran parkir, dan yang pergi sendiri ke dokter hewan. Dari semua anggota keluarga,hanya Mrs gauntlah yang dengan mudah membuat keduanya patuh. Rasanya akan membuat paragraf ini menjadi lebih panjang jika membahas kelebihan – kelebihannya yang lain. Fuh...

Review: Under Town - Charles Ogden


Seakan tak pernah merasa lelah ataupun puas, Edgar & Ellen kembali menyusun rencana yang tak kalah gelap dibanding semua kekacauan yang telah mereka timbulkan saat parade besar-besaran dilaksanakan di Nod’s Limbs beberapa waktu lalu. Mengandalkan Pemakaman Gadget, mereka selalu menemukan benda yang berguna yang dibutuhkan dalam merealisasikan ide-ide gila yang dituliskan Edgar dalam beberapa lembar kertas.

Rasa bersalah tak sekalipun muncul diwajah keduanya. Yang ada hanyalah senyum pertanda rasa puas ketika berhasil membuat orang –orang menggerutu. Sampai suatu hari tibalah giliran si kembar, yang selalu mengenakan piama kemanapun mereka pergi, merasakan hal yang sama. ide – ide kenakalan mereka telah diwujudkan oleh seseorang. Tak berhenti sampai disitu, rencana yang seharusnya hanya diketahui oleh Edgar dan Ellen ini juga membubuhkan nama Mason. Seakan digunakan untuk mematenkan semua kekacauan yang menyebabkan kemacetan luar biasa adalah miliknya seorang.

Review: Tourist Trap - Charles Ogden



Tak banyak yang mengetahui sejarah Nod’s Limbs, kota kecil tempat Edgar dan Ellen tinggal. Bertahun – tahun berlalu ketika seorang lelaki bernama Nod untuk pertama kalinya membangun sebuah pabrik lilin. Puluhan orang berdatangan untuk bekerja di pabrik miliknya. Entah berapa lama yang dibutuhkan sehingga pabrik milik Nod menjadi penyedia lilin tervesar di wilayah tersebut. berita kesuksesannya mendatangkan lebih banyak pendatang. Satu demi satu pekerja memilih tinggal dibanding bolak balik ke daerah asal mereka. Sehingga munculah pemukiman di tepian Sungai Deras yang akhirnya berubah menjadi kota kecil Nod’s Limbs.

Walau dianggap memiliki jasa besar dalam sejarah kota kecil tersebut, tak sedikitpun Mr Nod berniat untuk menjadi mengurus kota tersebut. Karena yang ada dipikirannya hanya satu, bagaimana memperluas dan mengembangkan pabrik lilin miliknya. Sehingga penduduk memutuskan untuk memilih Thadeus Knightleigh, pemiliki kedai yang pintar bergaul sebagai walikotaa., yang nampaknya dijadikan sebagai warisan keluarga. Hingga tak heran jika saat ini walikota yang menjabat masih keturunan Knightleigh, yang juga tak lain adalah Ayah Stephanie, musuh bebuyutan Ellen sejak TK.

Review: Lion Boy - Zizou Corder



Charlie Ashanti bukan anak biasa. Ia bisa berbicara bahasa Kucing. Ia menganggap kemampuan itu biasa saja---tapi saat ibu dan ayahnya menghilang, ia hanya bisa mengandalkan Kucing. Dengan tekad menemukan orangtuanya, diam-diam Charlie menumpang kapal Sirkus besar yang berlayar ke Paris. Di kapal ia bertemu enam Singa angkuh dan anggun, yang butuh bantuannya. Dengan bahaya mengancam dan ketidakpastian membentang di depan, mereka bersama-sama menempuh petualangan terhebat sepanjang masa.
Sejarah mencatat, hanya Nabi Sulaiman-lah yang mampu berbicara dengan para hewan. Tak pernah ada lagi nama seseorang yang tercatat setelah beliau, yang mengerti bahasa kucing apalagi di saat yang sama teknologi handphone telah berkembang dengan pesat.

Review: Eldest - Christopher Paolini



Seperti yang dijanjikan petualangan Eragon dan Saphira kembali berlanjut.

Setelah berhasil menahan serangan para pemberontak utusan Raja Galbatorix, mereka kembali harus berbenah. Menyingkirkan mayat – mayat, baik dari pihak urgal maupun dari kaum Varden sendiri, ataupun mengobati yang terluka. Eragon dan Saphira sendiri membutuhkan waktu untuk menyembuhkan luka dan memulihkan energi yang terkuras akibat pertempuran yang cukup besar itu.

Farthen Dur sendiri bisa dikatakan porak – poranda setelah penyerangan. Setelah melalkan prosesi pemakaman bagi beberapa orang penting, oleh dewan tetua, upacara pemilihan pemimpin baru pun dilaksanakan. Nasuada, Putri Ajihad menjadi satu-satunya pilihan. Banyak kontroversi dan spekulasi di dalamnya. Eragon dan Saphira tak punya pilihan lain kecuali bersumpah untuk memberikan sumpah kesetiannya sebagai Penunggang Naga.

Review: Eragon - Christopher Paolini



Eragon, begitu anak laki laki berusia lima belas tahun itu dipanggil. Bersama sepupu, Ronan, dan pamannya, Garrow, Eragon menghabiskan hari –harinya di lahan pertanian yang berada di Alagaesia. Ia tak pernah tau bagaiman asal-usul ayah dan ibunya. Yang ia tahu hanyalah bahwa ibunya , Selena, meninggalkannya sejak ia lahir. Walau demikian ia tak pernah merasa kekurangan, karena Garrow membesarkannya dengan penuh kasih sayang.

Tak banyak yang istimewa dalam hidup Eragon. Sampai suatu hari ia menemukan sebuah batu biru yang mengilap di kawasan pengunungan Spine, ketika sedang berburu. Awalnya ia berusaha untuk menjual apa yang abru saja ditemukannya. Sayangnya tak satupun yang bersedia menukarkan benda asing tersebut denan sejumlah uang yang diinginkan Eragon.